TREN BISNIS: Pengembangan Bandara Silangit hingga Daya Beli Masyarakat Indonesia

Kabindo – PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan pengembangan Bandara Silangit, Tapanuli Utara, senilai Rp369 miliar akan tuntas pada September 2017 atau sesuai jadwal. Sehingga, bandara pun dapat maksimal mendukung pariwisata di Sumatera Utara khususnya kawasan Danau Toba.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah informasi bahwa harga tarif dasar listrik Indonesia termahal di dunia. “Mahal di dunia? Saya rasa tidak. Malah harga listrik kita lebih rendah dari yang tertinggi di dunia. Sama Singapura, Malaysia, kita malah lebih rendah,” kata Sekretaris Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Agoes Triboesono.

Selanjutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan, daya beli masyarakat hingga saat ini masih kuat, sehingga tidak benar bahwa daya beli masyarakat menurun. Hal ini dibuktikan dengan data tercatat konsumsi rumah tangga masih tumbuh sebesat 4,95%. “Konsumsi rumah tangga tumbuh signifikan 4.95% ini buktikan bahwa daya beli masyarakat masih kuat. Daya beli tidak turun masih tumbuh kuat,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto.

PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan pengembangan Bandara Silangit, Tapanuli Utara, senilai Rp369 miliar akan tuntas pada September 2017 atau sesuai jadwal. Sehingga, bandara pun dapat maksimal mendukung pariwisata di Sumatera Utara khususnya kawasan Danau Toba.

Kepastian tersebut diperoleh setelah President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin meninjau langsung proyek pembangunan pada Sabtu 5 Agustus 2017. Adapun pengembangan keseluruhan di Bandara Silangit di antaranya mencakup perluasan runway dari 2.400 x 30 m menjadi 2.650 x 45 m dan penambahan kapasitas apron dari hanya menampung 2 unit pesawat Boeing 737–500 menjadi dapat menampung hingga 4 unit pesawat Boeing 737–900 Extended Range atau sekelas.

Pengembangan juga menyentuh perluasan terminal dari berkapasitas 36.500 menjadi 1 juta penumpang per tahun, di samping tentunya AP II juga membangun sarana dan prasarana pendukung operasional lainnya. Sejalan dengan tuntasnya pengembangan pada September, pada bulan itu juga Bandara Silangit akan mulai melayani penerbangan internasional.

Terkait dengan hal tersebut, AP II secara intensif tengah melakukan sejumlah persiapan bersama instansi lain khususnya Bea & Cukai, Imigrasi, dan Karantina.“Pengembangan Bandara Silangit salah satunya dalam rangka mendukung peningkatan konektivitas transportasi udara sebagaimana dicanangkan pemerintah sehingga dapat mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata yang dalam hal ini adalah kawasan Danau Toba,” kata President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Senin (7/8/2017).

“Sebanyak tiga maskapai yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Group sudah menyatakan tertarik untuk melayani penerbangan internasional di Bandara Silangit. Kemungkinan rute internasional di Silangit adalah dari dan ke Singapura atau Kuala Lumpur, Malaysia, yang saat ini merupakan hub di ASEAN sehingga dapat menarik wisman khususnya asal China,” jelas Muhammad Awaluddin.

Sejak pemerintah mencanangkan pengembangan kawasan Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, AP II selaku pengelola Bandara Silangit mendukung penuh hal tersebut, di antaranya dengan menggandeng maskapai untuk membuka layanan penerbangan langsung Jakarta–Silangit. Bandara Silangit adalah bandara terdekat dengan kawasan Danau Toba dengan jarak tempuh antara 30 menit hingga 1 jam.

Penerbangan langsung Jakarta–Silangit secara perdana dilayani oleh Garuda Indonesia pada 22 Maret 2016, kemudian disusul oleh Sriwijaya Air pada 26 April 2016. (Oke_z)

BAGIKAN