Sugeng Teguh Santoso : Program Setara Untuk Kesejahteraan Warga Bogor

Jakarta, Sugeng Teguh Santoso yang merupakan bakal calon (Balon) wali kota Bogor memiliki program andalan jika dirinya nanti maju dan memenangkan pilkada Bogor yang akan diselenggarakan tahun 2018 mendatang. Program tersebut merupakan program APBD pro rakyat yang ia beri nama Program Setara.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini mengatakan, Program Setara merupakan program yang sangat tepat untuk membangun kota Bogor yang berkeadilan dan sejahtera. Dengan menggunakan APBD untuk kepentingan Rakyat dengan cara membangun infrastruktur lingkungan, meningkatkan fasilitas pendidikan dan meningkatkan fasilitas kesehatan

“Ketiga penting ini, Infrastruktur lingkungan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, ini diperkuat, yang sudah ada diperkuat, bolong-bolong diperkuat,” kata Pendiri LBH Keadilan Bogor di Jakarta.

Pengacara yang dikenal dengan sebutan “Sang Pembela” ini menegaskan bahwa program APBD pro rakyat sangat dibutuhkan rakyat. Maka dengan Program Setara mennurutnya kehidupan masyarakat Bogor akan menjadi lebih baik.

“Program Setara yaitu setahun 50 juta untuk satu RT bentuknya dana yang dialokasikan di APBD diturunkan langsung kepada pengurus RT masuk kedalam rekening pengurus RT. Selanjutnya dibagi dalam tiga kategori, 60 persen untuk infrastruktur, 20 persen untuk kegiatan ekonomi kerakyatan dan 20 persen untuk kegiatan sosial,” kata Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Sugeng mencontohkan program kegiatan infrastruktur misalnya, ada rumah tidak layak huni, maka APBD harus bisa mengcover kebutuhan tersebut, begitu juga dengan kesehatan. Menurutnya harus ada anggaran pemerintah yang disiapkan di dinas kesehatan untuk mengcover diluar dugaan.

“Misalnya yang berbayar mandiri, tiba-tiba karena kesulitan ekonomi, PHK, jadi tidak bisa membayar preminya akhirnya diputus, kan harus tetep dilayani kesehatannya, nah ini harus ada anggaran yang bisa sebagai emergency,” kata Sugeng.

Kedua, kata Sugeng, soal kesediaan layanan rawat inap, ia mempunyai konsep yang mirip dengan yang ada di Bandung, yaitu bahwa rumah-rumah warga dengan Program Setara itu dibikin layak huni dan layak untuk perawatan. Sehingga ketika ada warga yang sakit dan butuh perawatan bisa dirawat di rumahnya sendiri.

“Jadi nggak perlu ke rumah sakit untuk perawatan, dokter yang datang, ini banyak manfaatnya, terjadi yang namanya kohesi sosial yang kuat, kedekatan antar aparatur pemerintah dan warga,” katanya.

Ia juga menegaskan terkait BPJS, programnya harus didaratkan. Aparatur pemerintah harus betul-betul mendata warga miskin kemudian memperjuangkan agar mereka mendapatkan BPJS yang bersubsidi.

Terkait soal proyek untuk membangun lingkungan masyarakat, Sugeng mempunyai gagasan untuk kesejahteraan masyarakat yaitu dengan cara jangan menyerahkan pembangunan lingkunmgan kepada kontraktor tapi kepada RW.

“Misalnya mau bikin MCK kan ada APBD, Bikin Paud, pengerasan jalan lingkungan, rumah tidak layak huni, jangan pakai kontraktor. Kita pecah menjadi paket penunjukan langsung, nanti RW yang diberikan, kalau RW ada tiga keuntungannya. Satu, warga mendapatkan proyek tersebut, nilai yang utuh tidak dipotong. Kedua, warga yang nganggur bisa bekerja dengan dibayar dari anggaran. Ketiga, ada keuntungan 20 sampai 30 persen jadi kas RW , kalau ke kontraktor, rakyat cuma menerima fasilitasnya saja,” Jelasnya.

Dengan program Setara APBD pro rakyat, Sugeng berharap rakyat dapat melihat dan menilai langkah kedepan yang harus dilakukan warga jika nanti sudah menghadapi masa-masa pilkada yang akan digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia.

“Masyarakat berharap mendukung saya, karena dengan mendukung saya sebenarnya masyarakat sedang memperjuangkan nasib mereka sendiri, karena saya berasal dari mereka, bagaimana rasanya miskin itu saya alami, bagaimana rasanya direndahkan saya alami, mari kita bangun paradigma baru, paradigma yang melayani rakyat,” pungkasnya.

BAGIKAN