Kadin Indonesia Ajak Santri Tauladani Jiwa Bisnis Sahabat Utsman Bin Affan

Staff Ahli Ketua Umum Kadin Indonesia Ali Abdul Rohman (tiga dari kanan)

JAKARTA – Staff Ahli Ketua Umum Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Ali Abdul Rahman mengajak santri Indonesia untuk meneladani jiwa bisnis sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu sahabat Utsman Bin Affan. r.a. Menurutya, Utsman Bin Affan adalah salah seorang sahabat Nabi yang ahli bisnis, gigih, cerdas, pekerja keras dan kekayaanya untuk menopang kebutuhan dakwah Nabi Muhammad SAW.

“Sahabat Utsman dikenal sebagai seorang pedagang yang kaya raya dan dermawan serta kecerdasannya dalam berbisnis.  Kawan-kawan santri jadilah Utsman Bin Affan abad 21, pembisnis sukses yang taat kepada Allah SWT, santri yang pekerja keras, pekerja cerdas, punya mimpi dan gagasan. Berbisnisnya mengikuti semangat sahabat Utsman,” kata Ali di hadapan santri Thareqat Syadziliyah Majelis Ashabul Kahfi di Masjid An-Nahdlah, Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Lt. Dasar, Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Sabtu (21/07/2018).

Ia mengisahkan, bagaimana kecerdasan Utsman Bin Affan sebagai seorang pembisnis. Dimana, saat Utsman membeli sumur dari seorang Yahudi di Madinah untuk dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat.

“Pada saat itu kota Madinah dilanda kekeringan. Satu-satunya sumur yang diandalkan adalah sumur Raumah. Namun sumur itu dalam kuasa orang Yahudi, hingga masyarakat harus antri dan membayar setiap embernya kepada si Yahudi. Nabi Muhammad SAW menjanjikan Syurga bagi sahabat yang mau membeli sumur Raumah dan diwakafkan untuk masyarakat. Mendengar hal ini Utsman langsung tergerak hatinya,” papar Ali Abdul Rohman yang merupakan Alumni Pondok Lirboyo, Kediri ini.

Dalam pembelian sumur Raumah, Ali menambahkan, tidak serta merta orang Yahudi mau melepasnya. Namun, disini keulungan Utsman sebagai pembisnis terbukti.

“Karena si Yahudi tidak mau menjual sumurnya, maka Utsman menawarkan untuk membeli setengahnya. dengan pembagian sehari Yahudi yang jaga, sehari kemudian Utman yang jaga. Ketika jatuh giliran Utsman, maka digratiskan untuk masyarakat. Hingga warga berbondong-bondong memenuhi embernya. Ketika jatuh giliran Yahudi jaga, tidak satupun warga yang mengisi air dan membayar seprti biasanya. Hingga Yahudi menjual secara utuh sumur Raumah pada Utsman,” imbuh Ali.

Maka dari itu, kata Ali di hadapan Santri, pentingnya keuangan yang memadai tidak bisa dipungkiri untuk mengembangkan agama itu sendiri. Menurutnya, Nabi Muhammad dalam berdakwah juga sudah membentuk kader yang sempurna, ada yang pemberani dan cerdas, ada yang bijak, ada yang ahli bisnis.

“Jika kita mau melihat, Nabi Muhammad juga mencetak kader yang saling melengkapi hingga dakwah Nabi tersebar luas. Kita kenal Umar Bin Khatab yang tegas dan cerdas, sahabat Utman ahli bisnis dalam dan luar negeri,  Ali Bin Abi Thalib yang sangat cerdas, dan Abubakar yang tenang,” ujarnya.

Selain itu, Ali juga mengatakan Kadin Indonesia siap membantu santri yang ingin berwirausaha. Menurutnya, penanaman jiwa bisnis harus dimulai sejak dini di pondok pesantren.

“Jumlah Pondok di Indonesia hampir dua puluh sembilan ribu, dan warga NU sendiri lebih dari seratus juta. Jika serius, saya yakin akan menjadi usaha yang besar. Maka dari itu, saya siap bantu seratus persen untuk adik-adik santri yang punya rencana usaha,” pungkas Ali.

Hadir pada acara ini Kiai Lukman Nur Salim (Pengasuh Pondok Darual Aitam, Depoak) Kiai Rahmat dari Cikarang, Ust. Agus (Ketua Himpunan Santri) dari Karawang, Kiai Tobaqun Ketua Ta’mir Masjid NU, dan ratusan perwakilan santri dari Jakarta dan sekitarnya.

BAGIKAN